MAKALAH
STATISTIKA DAN PROBABILITAS
“
ANGKA INDEKS ”

Disusun
Oleh:
Gugun
Gustiandi
Erdi
Ardiansyah
Santi
Nur Awaliah
Latief
Purnama
Dea
Fitriah
Yulia
Amanda
Deudeu
Lisnawati
Nira
Maesarah
SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA
SUKABUMI
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berjudul “ANGKA
INDEKS” di susun dalam rangka melengkapi tugas mata kuliah Statistika.
Penulisan
ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikantugas mata
kuliah Statistika. Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih
banyakkekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akankemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritikdan saran dari semua pihak
sangat kamiharapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhir
kata kami berharap agar makalah ini berguna bagi
semua pihak dalammemberi tambahan informasi tentang angka indeks.
Sukabumi,
12 April 2015
Kelompok
6 Sistem Informasi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 1
1.2 Tujuan........................................................................................................................ 1
1.3 Ruang Lingkup.......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 3
2.1 Pengertian Angka indeks.......................................................................................... 3
2.2 Harga Relatir (Price Relatives).................................................................................. 4
2.3 Indeks Harga Agregat (Aggregate Price Index)....................................................... 4
2.4 Berbagai Indeks penting........................................................................................... 9
2.5 Indeks Kuantitas (Quantity Index)......................................................................... 11
BAB III PENUTUP...................................................................................................... 13
3.1 Kesimpulan.............................................................................................................. 13
3.2 Saran......................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Angka
Indeks adalah peralatan statistik yang sangat populer guna mengukur
perubahan atau melakukan perbandingan antar variabel ekonomi dan
sosial. Perubahan atau perbandingan antar-variabel dari waktu ke waktu dan
yang dinyatakan dengan angka-angka indeks umumnya lebih mudah dimengerti.
Didalam
makalah ini kami membahas pengertian Angka Indeks, periode atau
waktu dasar, periode atau waktu berjalan, pemilihan tahun dasar,
jenis-jenis angka indeks, cara penentuan angka indeks harga, pergeseran atau
perubahan waktu dasar, masalah-masalah dalam menghitung angka indeks, Contoh
kasus yang kami ambil adalah data Indeks Harga Konsumen.
Maka
dari itu kita dapat mengetahui secara detail Angka Indeks untuk data
diatas seperti menentukan tahun dasar, menentukan angka indeks sederhana
relatif, angka indeks sederhana agregatif, indeks harga agregatif tertimbang,
indeks produksi agregatif tertimbang, variasi dari harga indeks harga
tertimbang, variasi dari produk indeks harga tertimbang.
1.2 Tujuan
Tujuan
dari penulisan ini guna melengkapi dan memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh nilai tugas mata kuliah Statistika, Menambah wawasan serta
pemahaman tentang ilmu statistika terutama angka indeks tidak tertimbang
dan tertimbang.
1.3 Ruang Lingkup
Dinegara
maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan pesat
sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan IT. Bahkan kemajuan suatu negara
sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam
memecahkan masalah-masalah pembangunan negaranya. Amerika sebagai salah satu
negara maju, yang telah berhasil memadukan ilmu ekonomi, desain produk,
sosiologi masyarakat, dan IT di dalam ilmu statistik.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Angka Indeks
Setiap
kegiatan selalu mengalami kemajuan atau kemunduran, kadang-kadang-kadang
produksi meningkat, kadang-kadang menurun. Hasil penjualan suatu perusahaan
dapat meningkat dan juga menurun, hasil penerimaan devisa mengalami naik turun,
pendapatan nasional kadang-kadang naik kemudian merosot lagi, juga harga, gaji,
dan biaya hidup selalu mengalami naik turun. Untuk mengetahui maju mundurnya
suatu usaha (perusahaan ingin mengetahui maju mundurnya hasil penjualan,
pemerintah ingin mengetahui maju mundurnya penerimaan Negara, penerimaan
devisa, dan lain sebagainya) diperlukan angka indeks.
Angka
indeks atau sering disebut indeks saja, pada dasarnya merupakan suatu angka
yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan
perbandingan antara kegiatan yang sama (produksi, ekspor, hasil penjualan,
jumlah uang beredar, dan lain sebagainya) dalam dua waktu yang berbeda. Dari
angka indeks bisa diketahui maju mundurnya atau naik turunnya suatu usaha atau
kegiatan. Jadi tujuan pembuatan angka indeks sebetulnya adalah untuk mengukur
secara kuantitatif terjadinya perubahan dalam dua waktu yang berlainan,
misalnya indeks harga untuk mengukur perubahan harga (berapa kenaikannya atau
penurunannya).
Di
dalam suatu analisa ekonomi indikator mengenai angka indeks sangatlah penting,
karena dapat digunakan untuk mengetahui besarnya laju inflasi atau deflasi yang
terjadi pada suatu Negara. Indikator ini sangat penting untuk diketahui
sehingga dapat menentukan kebijaksanaan apa yang harus diambil oleh pemerintah
untuk mengetahui masalah yang sedang dihadapi.
Biasanya
untuk mengukur suatu angka indeks pada tahun tertentu (tahun n) yang didasarkan
pada tahun tertentu yang dipakai sebagai tahun dasar (base year) dan juga berfungsi sebagai pembanding yang hasilnya
dinyatakan dalam bentuk persentase. Dalam pemilihan tahun dasar, harus
memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :
a. Tahun
sebaiknya menunjukkan keadaan perekonomian yang stabil, dimana harga tidak
berubah dengan cepat sekali.
b. Tahun
sebaiknya usahakan paling lama 10 tahun atau lebih baik kurang dari 5 tahun.
c. Tahun
dimana terjadi peristiwa penting.
d. Tahun
dimana tersedia data untuk keperluan pertimbangan, hal ini tergantung pada
tersedianya biaya untuk penelitian.
Adapun
macam-macam angka indeks adalah sebagai berikut :
2.2 Harga Relatif (Price Relatives)
Harga relatif sebagai
salah satu angka indeks bermanfaat dalam memahami dan menginterpretasi
perubahan kondisi ekonomi dan bisnis dari waktu ke waktu. Selain itu, harga
relatif dapat memberikan gambaran tentang bagaimana harga per unit barang
sekarang dibandingkan dengan harga pada periode dasar (base period). Harga relatif menyatakan harga per unit barang pada
suatu periode sebagai persentase terhadap harga barang tersebut pada base period.
2.3 Indeks Harga Agregat (Aggregate Price Index)
Indeks ini digunakan
untuk mengukur perubahan gabungan dari sekelompok barang secara bersama-sama.
Angka indeks ini menekankan agregasi, yaitu barang dan jasa lebih dari satu. Indeks
harga agregat memungkinkan kita untuk melihat persoalan harga secara agregatif
(secara makro), yaitu secara keseluruhan, bukan melihat satu per satu (per
individu). Ada 2 jenis indeks harga agregat, yaitu:
a. Indeks
Harga Agregat Tak Tertimbang
Indeks harga agregat tak tertimbang
digunakan untuk unit-unit yang mempunyai satuan yang sama. Indeks ini diperoleh
dengan jalan membagi hasil penjumlahan harga pada waktu yang bersangkutan
dengan hasil penjumlahan harga pada waktu dasar.
Indeks harga agregat tak tertimbang
pada periode t (lt) dihitung dengan rumus :
dimana
:
Contoh :
Perhatikan data tabel berikut, yang
menyajikan harga barang berdasarkan jenis, untuk tahun 1994-1996
Jenis
Barang
|
Harga
|
||
1994
|
1995
|
1996
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
A
B
C
D
|
100
200
500
400
|
150
250
600
500
|
200
300
700
600
|
Jumlah
|
1.200
|
1.500
|
1.800
|
Hitunglah indeks harga agregat tak
tertimbang untuk tahun 1995 dan 1996 dengan waktu dasar tahun 1994.
Penyelesaian :
b. Indeks
Harga Agregat Tertimbang
Indeks harga agregat tertimbang
ialah indeks yang dalam pembuatannya telah dipertimbangkan factor-faktor yang
akan mempengaruhi naik turunnya angka indeks tersebut. Pertimbangan yang akan
dipergunakan untuk pembuatan indeks biasanya :
1) Kepentingan
relative (relative importance)
2) Hal-hal
yang ada hubungannya atau ada pengaruhnya terhadap naik turunnya indeks
tersebut. Misalnya karena produksi itu akan mempengaruhi harga (produksi naik
mengakibatkan suplai naik, apabila permintaan dan daya beli tetap, harga barang
tersebut dapat turun, sebaliknya penurunan produksi menyebabkan harga naik).
Dalam pembuatan indeks harga, produksi dipergunakan sebagai timbangan.
Dua metode untuk menghitung Indeks
Agregat Harga Tertimbang adalah metode Laspeyers dan metode Paasche. Keduanya
berbeda hanya pada periode yan gdigunakan untuk pembobotannya. Metode Laspeyers
memakai bobot periode-acuan, artinya
harga dan jumlah awal barang-barang digunakan untuk mencari perubahan persen
pada akhir periodenya, entah dalam harga atau jumlah yang dikonsumsi,
bergantung pada persoalannya. Metode Paasche memakai bobot tahun-sekarang. Perhatikan penjelasan berikut :
1) Indeks
Harga Laspeyers
Etienne Laspeyers mengembangkan
metode ini pada akhir abad ke-18 untuk menentukan indeks berbobot menggunakan
kuantitas (jumlah) periode-acuan sebagai bobot. Memakai metodenya, suatu indeks
harga berbobot dihitung dengan :
Dimana :
P
adalah indeks harga
pt
adalah
harga sekarang
p0
adalah
harga dalam periode acuan
q0
adalah kuantitas yang dikonsumsi dalam periode acuan
Data berikut akan dihitung dengan
menggunakan indeks Laspeyers.
Jenis
|
1995
Harga
|
1995
Kuantitas
|
2005
Harga
|
2005
Kuantitas
|
Roti,
putih, harga per pon
Telur,
Lusin
Susu,
gallon, putih
Apel,
Red Delicious, 1 pon
Jus
jeruk, konsentrat 12 oz
Kopi,
100%, sangria giling, 1 pon
|
0,77
1,85
0,88
1,46
1,58
4,40
|
50
26
102
30
40
12
|
0,89
1,84
1,01
1,56
1,70
4,62
|
55
20
130
40
41
12
|
Pertama kita tentukan jumlah
pengeluaran untuk enam barang ini dengan acuan tahun 1995. Untuk menemukan
nilai tersebut kita kalikan harga periode acuan untuk roti ($ 0,77) dengan
kuantitas periode acuan, yaitu 50. Hasilnya adalah $ 38,50. Nilai ini menunjukkan
bahwa sejumlah $ 38,50 dihabiskan untuk membeli roti dalam periode acuannya.
Kita lanjutkan untuk semua barang dan hitung totalnya. Total periode acuan
adalah $ 336,16. Total periode sekarang adalah dihitung dengan cara yang sama.
Untuk barang pertama, roti, kita kalikan kuantitas tahun 1995 dengan harga roti
di tahun 2005, yaitu $ 0,89(50). Hasilnya adalah $ 44,50. Kita lakukan
perhitungan yang sama untuk setiap barang dan hitung totalnya. Totalnya adalah
$ 365,60. Indeks harga berbobot untuk 2005 adalah 108,8 yang dihitung dengan
cara :
Berdasarkan analisis ini, kita
dapat menarik kesimpulan bahwa harga sekelompok barang ini bertambah 8,8 persen
selama periode sepuluh tahun. Keunggulan dari metode ini dibandingkan indeks
agregat sederhana adalah bahwa bobot setiap barangnya diperhitungkan. Dalam
indeks agregat sederhana, kopi mempunyai bobot sekitar 40 persen dalam
menentukan indeks. Dalam indeks Laspeyers, barang dengan bobot terberat adalah
susu, karena harga produknya dan unit yang terjualnya paling besar.
2) Indeks
Harga Paasche
Indeks Laspeyers memiliki kelemahan
terbesar yaitu menganggap dan mengasumsikan kuantitas periode-acuan masih
realistis pada periode yang dihitung. Artinya, kuantitas yang dikonsumsi untuk
enam barang tersebut kira-kira sama pada tahun 1995 dan tahun 2005. Pada kasus
ini, perhatikan bahwa kuantitas pembelian telur mengalami penurunan sekitar 23
persen, kuantitas susu bertambah hampir 28 persen, dan jumlah apel bertambah
sekitar 33 persen.
Indeks Paasche adalah
alternatifnya. Caranya serupa, namun menggunakan kuantitas periode-sekarang
sebagai bobotnya. Kita gunakan penjumlahan hasil kali harga tahun 1995 dengan
kuantitas tahun 2005. Keunggulan indeks ini adalah menggunakan kuantitas yang
periode yang lebih akhir. Jika terdapat perubahan dalam kuantitas yang
dikonsumsi sejak periode acuan, perubahan semacam itu ikut dperhitungkan dalam
indeks Paasche.
Bila kita menghitung kembali data
pada tabel pembahasan indeks Laspeyers, maka akan menghasilkan nilai berikut :
Hasil ini menunjukkan terdapat
peningkatan 9,4 persen pada harga “wadah pasar” yang berisi sejumlah barang
antara 1995 dan 2005. Berarti harganya 9,4 persen lebih tinggi jika membeli
barang-barang tersebut pada tahun 2005 dibandingkan pada tahun 1995. Jika
semuanya diperhitungkan, karena perubahan dalam kuantitas pembelian antara
tahun 1995 dan tahun 2005, indeks Laspeyers lebih luas digunakan karena ada
beberapa bagian data yang direvisi di setiap periodenya.
2.4
Berbagai
Indeks Penting
Berbagai
indeks penting yang dibahas pada makalah ini antara lain :
a. Indeks
Harga Konsumen
Indeks harga konsumen (IHK)
digunakan untuk mengukur perubahan harga sejumlah barang dan jasa dari suatu wadah pasar yang tetap dari
satu periode ke periode lainnya. Pada Januari 1978, Bureau of Labor Statistics
mulai memperkenalkan IHK untuk dua kelompok populasi. Indeks yang pertama,
disebut sebagai Consumer Price Index-All
Urban Consumers, meliputi sekitar 87 persen dari total populasi. Indeks
lainnya adalah untuk para pekerja di kota dan para pekerja administrative, yang
meliputi sekitar 32 persen dari populasi.
Secara singkat, IHK memberikan
beberapa fungsi utama. IHK memungkinkan konsumen menentukan turunnya daya beli
mereka akibat kenaikan harga. Berdasarkan hal itu, IHK menjadi ukuran untuk
merevisi upah, dana pensiun, dan pembayaran pendapatan lainnya untuk dapat
mengikuti perubahan harga. Sama pentingnya, IHK juga merupakan indikator
ekonomi untuk laju inflasi di Indonesia.
b. Indeks
Harga Produsen
Dahulu disebut sebagai Wholesale Price Index, indeks ini
dikenal sejak tahun 189. Indeks tersebut merefleksikan harga-harga dari
sedikitnya 3.400 komoditas. Data harga dikumpulkan dari para penjual komoditas,
dan biasanya indeks ini mengacu pada transaksi berjumlah besar pertama untuk
setiap komoditasnya. Indeks ini termasuk indeks Laspeyers.
c. Indeks
Harga Perdagangan Besar
IHPB adalah indeks yang menunjukkan tingkat harga barang
dan jasa yang diterima oleh produsen pada berbagai tingkat produksi. Indeks
harga perdagangan besar digunakan untuk melihat inflasi dari sisi produsen.
Jadi, IHPB menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga
perdagangan besar ataupun harga grosir dari sejumlah komoditas tertentu.
Indeks harga sangat bermanfaat bagi
para pedagang besar untuk mengetahui sejauh mana perubahan-perubahan yang
terjadi pada harga-harga pembelian barang dagangan. Selain itu juga, indeks
harga dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan kondisi harga yang mungkin
terjadi pada masa yang akan datang.
Di samping itu, dengan diketahuinya
indeks harga perdagangan besar, para pedagang besar dapat mengetahui
factor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan pada harga-harga tersebut,
sehingga pengetahuan indeks harga tersebut dapat dipergunakan untuk menetapkan
harga dasar bagi para konsumen.
Besar kecilnya indeks harga
perdagangan besar sangat dipengaruhi oleh factor berikut :
1) Kenaikan
biaya produksi
2) Kebijakan
politik dagang
3) Kebijakan
dalam bidang moneter
4) Perubahan
nilai uang
d. Indeks
Biaya Hidup
Dalam pembuatan indeks biaya hidup,
persentase pengeluaran setiap barang dipergunakan sebagai timbangan (percentage weight). Pada umumnya indeks
biaya hidup terdiri dari 4 komponen, yaitu biaya untuk makanan, pakaian,
perumahan, dan lain-lain. Untuk Negara yang sudah maju dimana pendapatan
penduduknya sudah tinggi, persentase biaya untuk makanan biasanya kecil (kurang
dari 25%), sedangkan untuk negara yang belum maju (sedang berkembang) dimana
tingkat pendapatan penduduknya masih rendah, persentase pengeluaran untuk
makanan biasanya tinggi (lebih dari 60%).
Persentase pengeluaran untuk
makanan ini juga dapat dipergunakan sebagai ukuran kepentingan relative, sebab
penduduk Negara yang belum maju menganggap makanan itu penting sehingga
memerlukan pengeluaran lebih dari 50%, sedangkan bagi penduduk Negara yang
sudah maju untuk keperluan yang sama hanya mengeluarkan kurang dari 50%.
BPS selalu mengeluarkan indeks
biaya hidup setiap bulan untuk keperluan mengukur tingkat inflasi, sedangkan
perusahaan menggunakan indeks biaya hidup untuk dasar penyesuaian gaji. Secara
psikologis gairah kerja para karyawan akan menurun kalau indeks biaya hidup
naik akan tetapi gajinya tidak dinaikkan.
2.5
Indeks
Kuantitas (Quantity Index)
Indeks
kuantitas pada dasarnya menunjukkan perkembangan jumlah barang atau produk dari
satu kurun waktu ke kurun waktu lainnya. Perhitungan untuk mengetahui nilainya
dilakukan dengan membandingkan jumlah barang pada suatu tahun tertentu dengan
jumlah barang pada tahun dasar. Berkenaan dengan angka indeks kuantitas ini,
gambaran secara hipotesis tentang perkembangan jumlah produksi tanaman pangan
dan palawija yang dihasilkan oleh para petani di Desa Pager Rejo, Kecamatan
Ngadirojo, Kabupaten Pacitan dapat dijadikan ilustrasi. Berdasarkan pencatatan
oleh para kepala dusun yang disampaikan kepada kepala desa, informasi mengenai
jumlah produksi tanaman pangan selama tahun 1998 dan 1999 dapat dilihat pada
tabel.
Atas
dasar tabulasi itu, dengan tahun 1998 sebagai tahun dasar yang berarti pula
bahwa nilai angka indeks harga pada tahun itu adalah 100%, maka nilai angka
indeks jumlah produksi tanaman pangan dan palawija Desa Pager Rejo pada 1999
apabila dirumuskan adalah :
Dimana Ql0,n adalah
nilai angka indeks kuantitas suatu tahun dengan tahun dasar 0, Q0 adalah jumlah pada tahun
dasar (base year), serta Qn adalah jumlah pada tahun
yang akan dihitung nilai angka indeksnya (current
year).
Melalui rumus tersebut, nilai angka
indeks kuantitas produksi tanaman pangan dan palawija desa Pagar Rejo pada
tahun 1999 adalah :
Agar tidak terpengaruh oleh
perubahan satuan pengukuran, sebagaimana yang diterapkan dalam perhitungan
angka indeks harga, besarnya angka indeks kuantitas relative dari jumlah
produksi masing-masing tanaman perlu dihitung. Setelah angka indeks relative
masing-masing tanaman diketahui, jumlah keseluruhannya harus dihitung guna
mengetahui besarnya nilai angka indeks kuantitas relative pada tahun tertentu.
Rumus untuk itu adalah :
Dimana RQl0,n adalah
angka indeks kuantitas relative suatu tahun dengan tahun dasar 0, Q0 merupakan jumlah pada
tahun dasar dan Qn
merupakan jumlah pada tahun tertentu yang akan dihitung nilai angka indeksnya.
Apabila diterapkan,
perhitungan guna mencari nilai angka indeks kuantitas relative tanaman pangan
dan palawija pada tahun 1999 adalah seperti yang tampak pada tabel berikut :
Jenis
Tanaman
|
Jumlah
|
Jumlah
Relatif
|
||
1998
(Q0)
|
1999
(Qn)
|
1998
(Q0/ Q0)
|
1999
(Qn/ Q0)
|
|
Padi
Jagung
Kedelai
Kacang Tanah
Ubi Kayu
Ubi Jalar
Talas
Ubi Garut
|
1.000
500
300
600
1.500
450
100
200
|
1.500
750
350
650
2.000
400
125
150
|
100
100
100
100
100
100
100
100
|
150
150
116,67
108,33
133,33
88,89
125
75
|
S(Q0/ Q0) = 800
|
S(Qn/ Q0) = 947,22
|
|||
Dengan demikian,
besarnya angka indeks kuantitas relative produksi tanaman pangan dan palawija
pada tahun 1999 adalah :
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari
pembahasan yang sebelumnya elah diuraikan mengenai Angka Indeks pada Indeks
Hargadan Indeks Kuantitas, maka penulis dapat menarik kesimpulan antara lain:
- Angka
Indeks merupakan suatu angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
di pergunakan untuk melakukan perbandingan antara kegiatan yang sama
(produksi, ekspor, hasil penjualan) pada dua waktu yang berbeda .
Kehadiran Angka Indeks sebagai sarana penyelesaian perhitungan
dalam indeks harga sangat penting , mengingat Indeks harga dari
perbandingansebelumnya dengan sekarang dan juga menjadi salah satu
alternatif perhitungan Indeks ahrgadalam perekonomian.
- Metode
pada Angka Indeks adalah menggunakan perbandingan dari tahun sebelumnya
dengantahun yang akan di cari dalam perhitungannya. Dalam metode ini
informasi yang terkandungdalam suatu perhitungan akan mempengaruhi.
- Permasalahan
yang sering terjadi adalah terjadinya kenaikan harga barang dari
tahunsebelumnya tidak mengalami kenaikan. Contohnya adalah kenaikan harga
beras dalam perekonomian.
3.2 Saran
Penulis
memberikan saran yang dapat dijadikan bahan masukan bagi pembacayang mungkin
dapat bermanfaat , antara lain:
1.
Mahasiswa dapat menggunakan metode matematis dalam “Angka Indeks” untuk
mengetahui informasi bagaimana analisis pengaruh perkembangan harga beras
dari tahun ke tahun yang berubah-ubah atau tidak stabil.
2.
Mahasiswa dapat menghitung indeks setiap tahunnya dengan metode matematis
dalam “Angka Indeks”
DAFTAR PUSTAKA
Kazmier,
Leonar J. 2003. Statistik Untuk Bisnis.
Jakarta : Erlangga.
Lind,
Marchal, dan Wathen. 2008. Teknik-teknik
Statistik Dalam Bisnis dan Ekonomi 2 (edisi 13). Jakarta : Salemba Empat.
Nafarin,
M. 2007. Penganggaran Perusahaan (edisi
3). Jakarta : Salemba Empat.
Purbayu
Budi Santosa dan Muliawan Hamdan. 2007. Statistik
Deskriptif Dalam Bidang Ekonomi dan Niaga. Jakarta : Erlangga.
Sugiarto
dan Dergibson Siagian. 2000. Metode
Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Supranto,
J. 2000. Statistik : Teori dan Aplikasi
(edisi 6). Jakarta : Erlangga.
0 Komentar